Sabtu, 23 Agustus 2014

Nasihat Mulia Dalam Taurat Nabi Musa as bag terakhir


Pesan-pesan hikmah ini adalah nasihat mulia yang dinukil oleh Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib melalui lisan Nabi Musa bin Imran dari bahasa Ibrani ke dalam bahasa Arab. Sedang sumber nasihat mulia ini diambil dari kitab Hadis-e Qudsikarya Thahir Khusynuwis. Kumpulan nasihat ini terdiri dari 40 surat pilihan dari kitab Taurat (yang otentik) yang Allah wahyukan kepada Nabi Musa as. Dalam kitab Tafsir Abul Fadhl disebutkan bahwa kitab Taurat (yang otentik) terdiri dari 1.000 surat. Setiap surat terdiri dari 1.000 ayat, seperti surat al-Baqarah yang mencakup 1.000 perintah, 1.000 larangan,  1.000 janji, dan 1.000 ancaman.
Saya sengaja mengetengahkan nasihat mulia ini dengan berkala, agar mudah direnungkan dan direalisasikan dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Mudah-mudahan, nasihat mulia ini dapat mendatangkan manfaat bagi kita semua yang mau merenungkan dan merealisasikannya.

Surat XXXIX

Allah swt. Berfirman :

            Wahai anak Adam, jadikanlah hati kalian sesuai dengan lisan kalian; jadikanlah lisan kalian seiring dengan amal kalian; dan jadikanlah amal kalian ikhlas semata-mat lantaran Aku. Sebab, sesungguhnya Aku yang Maha Pengasih dan Aku tidak menerima amal perbuatan kecuali yang ikhlas. Sesungguhnya, hati orang munafik bertentangan dengan lisannya; lisannya bertentangan dengan amalnya; dan amalnya dilakukan untuk berharap kepada selain Allah.
            Wahai anak Adam, kalian tidak berbicara sepatah kata pun, tidak memandang sekejap mata pun, dan tidak melangkah sejengkal pun, kecuali bersama kalian (mengikuti) dua malaikat yang menuliskan perbuatan kalian, yang baik dan yang jahat.
            Wahai anak Adam, Aku tidak menciptakan kalian agar kalian menjadi pengumpul dunia, namun Aku menciptakan kalian agar kalian menyembah-Ku dengan (bentuk) penyembahan orang-orang yang menghinakan dirinya dalam waktu yang panjang, (agar) kalian bersyukur kepada-Ku sebanyak-banyaknya dan bertasbih kepada-Ku di waktu pagi dan petang. Sesungguhnya rezeki telah terbagi; orang yang rakus terjauhkan dari rezeki, orang yang bakhil menjadi tercela, orang yang hasud hatinya selalu (merasa) gelisah, dan sesungguhnya Allah Mahahidup lagi Mahakekal.
            Wahai anak Adam, mengabdilah kepada-Ku, karena sesungguhnya Aku mencintai orang yang mengabdi kepada-Ku. Kalian adalah budak hina nan lemah dan Aku adalah Tuhan yang Mahakuasa lagi Mahamulia. Seandainya saudara-saudara kalian mencium bau (menyengat) dosa-dosa kalian, niscaya mereka tidak akan (mau) bergaul dengan kalian. Setiap hari, dosa-dosa kalian selalu bertambah, sementara umur kalian semakin berkurang. Janganlah kalian menghancurkan umur kalian dalam kebatilan dan kelalaian. Apabila kalian menghendaki penambahan (nikmat), maka bergaullah dengan orang-orang yang berhati bersih, waspadalah terhadap putera-putera dunia, dan menyatulah dengan orang-orang miskin.
            Wahai anak Adam, seseorang yang kapalnya pecah dan ia berlindung pada pecahan kayu di tengah lautan, maka musibah yang dialaminya (itu) tidaklah lebih besar ketimbang musibah kalian yang disebabkan lantaran kalian melakukan dosa demi dosa di atas keyakinan (kalian).
            Wahai anak Adam, Aku (telah) mendekati kalian dengan memberikan kesehatan dan menutupi dosa-dosa kalian, sementara kalian membenci-Ku dengan melakukan maksiat. Kalian (telah) memakmurkan kehidupan dunia (kalian), namun menghancurkan (kehidupan) akhirat (kalian). Wahai anak Adam, jika kalian tidak bergaul dengan orang-orang yang beruntung dan orang-orang yang shalih, lantas kapankah kalian akan memperoleh keberuntungan?
            Wahai Musa bin Imran, dengarkanlah apa yang Aku firmankan: Sesungguhnya, seorang hamba tidaklah beriman kepada Allah sampai manusia selamat dari kejahatannya, yaitu dari kezaliman, tipu daya, makar (pemberontakan), adu domba, ghibah, kejahatan, hasud, dan bahaya darinya, baik (yang dilakukan) secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan.
            Katakanlah, wahai Musa,  kepada orang-orang yang berbuat aniaya (zalim), “Janganlah kalian mengingat Allah!” Sebab, sesungguhnya Aku tidak akan mengingat mereka. Sungguh, ingatnya Aku kepada mereka berarti bahwa Aku melaknat mereka. Karena itu, siapa pun yang ingin (diingat Allah), ia akan beriman, siapa saja yang ingin (dilaknat Allah), ia akan (menjadi) kafir.

Surat XL

Allah swt. Berfirman :

            Wahai anak Adam, janganlah kalian bermaksiat kepada-Ku dan janganlah (kemudian) kalian memohon ampunan (kepada-Ku). Wahai anak Adam, rendahkanlah diri kalian dalam beribadah kepada-Ku. Apabila kalian tidak melakukannya, maka Aku akan memenuhi hati kalian dengan kemiskinan, kedua tangan kalian dengan kesulitan, badan kalian dengan keletihan, dan dada kalian dengan kesedihan. Aku tidak akan mengabulkan doa kalian dan Aku akan menjadikan (kehidupan) dunia kalian sulit dan rezeki kalian sedikit.
            Wahai anak Adam, Aku ridha atas shalat yang kalian lakukan, hari demi hari, karena itu ridhalah kepada-Ku atas kekuatan yang Aku berikan kepada kalian, hari demi hari. Wahai anak Adam, tenangkanlah (diri kalian), sebab, rezeki sudah terbagi. Orang yang rakus akan (merasa) kehilangan, orang yang hasud akan tercela, sementara kenikmatan (dunia) tidak akan abadi. Wahai anak Adam, perkuatlah bahtera (kalian), karena lautan (yang akan diarungi) sangatlah dalam; perbanyaklah bekal (kalian), karena perjalanan penuh dengan lika-liku.
            Wahai Musa, sesungguhnya seorang hamba beramal di dunia (ini) sampai kematian menjemputnya, kemudian ia (akan) menyesali dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukannya dan ia (akan) meminta untuk dikembalikan ke dunia (ini) supaya ia dapatberbuat baik seraya berkata, “Tuhan kami, pandanglah kami dan kembalikanlah kami ke dunia, agar kami bisa berbuat baik. Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”. Demi keagungan dan kemuliaan-Ku, Aku tidak akan mengembalikan siapa pun selamanya.
            Wahai Musa, barang siapa yang membahagiakan Aku dan bertakwa kepada-Ku, maka Aku akan memberinya surga. Wahai Musa, dunia (ini) adalah permainan, kesenangan, hiasan, dan (tempat) saling berbangga diri. Seorang mukmin di dunia (ini) tidak (akan) mendapatkan apa-apa kecuali ibadah, kegundahan, dan kegelisahan. Dan di akhirat kelak ia akan mendapatkan surga.
            Wahai Musa, hari kiamat adalah hari yang sangat menakutkan. (Seorang) ayah tidak (akan) bisa menolong anaknya dan si anak tidak (akan) bisa menolong ayahnya. Betapa banyak orang miskin yang telah meninggalkan bagiannya di dunia (ini) dan keluar darinya (dunia) menuju (alam) akhirat dalam keadaan bahagia dan bersyukur (atas nikmat Tuhannya). Betapa banyak orang kaya yang meninggalkan hartanya di dunia (ini) dan keluar darinya (dunia) menuju (alam) akhirat dalam keadaan miskin dan terpisah dari hartanya. Ia menyesali perbuatannya dan (menyesali) pengumpulan harta bagi ahli warisnya. Ia adalah orang yang paling pedih siksaannya kelak pada hari kiamat, dan Kami akan menambah siksaan lagi baginya atas apa yang telah mereka lakukan.


           
            Alhamdulillah, dengan rahmat dan inayah Allah swt. penulisan isi dan kandungan dari beberapa surat yang terdapat dalam kitab Tauratnya Nabi Musa as. (yang otentik) akhirnya selesai. Saya sengaja memberi judul artikel-artikel ini dengan judul “Nasihat Mulia Dalam Taurat Nabi Musa as.” yang saya salin dari buku yang berjudul “Pesan Ilahi Dalam Taurat” yang disusun oleh Thahir Khusnuwisy dan diterjemahkan oleh Najib Husain al-Idrus. Karena, di dalamnya banyak sekali pesan atau nasihat yang sangat mulia dari Allah swt. kepada Nabi Musa as. dan umatnya khususnya dan Bani Adam (manusia) pada umumnya.
Setelah saya kaji sedikit demi sedikit, ternyata isi dan kandungannya hampir sama dengan isi dan kandungan kitab suci Al-Qur’an, hanya saja lebih sempurna dan terperinci isi dan kandungan Al-Qur’an. Karena memang kitab suci Al-Qur’an diturunkan untuk menyempurnakan isi dan ajaran dari kitab-kitab suci (yang otentik) sebelumnya, baik Zabur, Taurat maupun Injil.  Saya hanya berusaha berbagi ilmu dan pengetahuan dengan sesama, mudah-mudahan apa yang saya ketengahkan dari surat ke surat tersebut menjadi bagian dari amal dan usaha saya menjadi orang-orang yang Muhsinin lagi Mukhlisin. Amien Ya Robbal ‘Alamin…


Ditulis Oleh :  
al-Faqier ila Rahmati Rabbih
Saifurroyya
Sumber : Buku Pesan Ilahi Dalam Taurat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar